10 Hal (Didukung dengan Penelitian) yang Membuat Anak Lebih Pintar

image

Ada sepuluh hal yang dapat membuat anak lebih pintar. Tapi, perlu diketahui, kategori pintar bukanlah hanya rajin ke sekolah, nilai rapor bagus atau disayang guru. Kategori pintar adalah ketika seorang anak dapat melakukan suatu hal dengan baik, mengambil keputusan dengan baik dan memiliki kemampuan berpikir yang baik pula di suatu bidang tertentu.

Kepintaran (intelligence) juga ada sembilan jenis menurut Howard Gardner yaitu: pintar dalam dunia alam, musik, angka, filosofi, hubungan manusia, olah tubuh, kata-kata, psikologi dan gambar. Setiap manusia juga memiliki lebih dari satu kepintaran, jadi jika anak mami tidak pandai dalam berhitung atau berbicara, pastilah dia pintar dalam hal lain. Jangan khawatir dan terus dukung buah hatimu dengan sepuluh hal yang dapat membantunya lebih pintar:

image

1. Pelajaran Musik

Musik dapat membantu perkembangan IQ siapa saja termasuk anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat membantu cara berpikir anak sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk fokus belajar dan menerima pelajaran di sekolah dengan berkonsentrasi.

image

2. Kegiatan Olahraga

Banyak berolahraga, bermain atau beraktivitas fisik lainnya sangat membantu kemampuan berpikir anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak akan dapat menyerap kosakata 20% lebih banyak setelah berolahraga. Olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah di seluruh tubuh, maka otak anak juga akan meningkat kemampuannya dengan kelancaran darahnya setelah olahraga sehingga kemampuan mengingat dan menghafal meningkat sebanyak 30%.

image

3. Membaca Bersama

Apakah anakmu sudah bisa membaca sendiri? Kali ini jangan biarkan mereka membaca sendiri, dampingi mereka, bacakan kalimat demi kalimat dengan perhatian penuh, berinteraksi dengan mereka mengenai kalimat-kalimat yang dibacakan. Dengan begitu, anak bisa dengan cepat mengerti dan tidak mudah bosan membaca.

image

4. Tidur yang Cukup

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan otak anak kelas enam turun dua tahun kemampuannya menjadi anak kelas empat. Penelitian juga menyatakan bahwa murid dengan nilai rata-rata A tidur 15 menit lebih lama dari murid yang nilai rata-ratanya B dan murid B ini tidur 15 menit lebih lama dari murid yang bernilai C. Bahkan 15 menit pun berharga! Artikel dari WebMD ini menjelaskan lebih detil tentang waktu tidur untuk anak-anak di usia yang berbeda.

image

5. Disiplin

Disiplin di sini bukanlah hanya menuruti keinginan orangtua, belajar tepat waktu atau tahu waktunya berhenti bermain, tapi juga mengenai semangat seorang anak untuk terus maju dan mencoba segala hal. Keinginan mereka dan karakter mereka sendirilah yang seringkali membawa mereka lebih dekat dengan apa yang ingin mereka capai. Jadi jelas sudah jika mereka ingin menjadi juara kelas, mereka akan memaksa diri mereka sendiri untuk belajar lebih banyak tanpa disuruh. Disiplin diri dan sifat tidak gampang menyerah ini yang harus ditempa dan diajarkan dari kecil.

image

6. Kegiatan Belajar yang Aktif

Pembelajaran yang efektif dan baik adalah proses belajar aktif. Banyak anggapan bahwa anak-anak yang mudah sekali meniru segala hal, ketika dihadapkan dengan satu set video belajar dari televisi, mereka akan lebih banyak menerima pengetahuan. Kosakata anak tidak akan banyak berkembang tanpa adanya aktivitas berbicara dengan anggota keluarga yang lain. Mereka tidak akan mengerti ilmu pengetahuan hanya dengan menontonnya di salah satu channel televisi pendidikan. Anak-anak harus turut serta secara aktif mempraktekkan, belajar bersama orangtua dan teman dan bereksperimen dengan melibatkan seluruh indera mereka. Seorang seniman tidak akan pandai melukis hanya dengan melihat dan memahami dengan detil lukisan seniman lain.

image

7. Hadiah berupa Makanan di Saat yang Tepat

Makanan sehat sangat berpengaruh pada kemampuan berpikir anak. Makanan yang baik bisa berupa makanan yang rendah lemak namun tinggi karbohidrat dan serat yang berguna saat beraktivitas. Kafein dan glukosa di saat yang tepat juga berpengaruh baik bagi anak, jadi permen dan soda bisa diberikan kepada anak-anak saat mereka belajar bukan pada saat mereka bersantai dan beristirahat.

image

8. Kebahagiaan

Anak yang bahagia lebih berpeluang menjadi seorang manusia dewasa yang sukses. Jelas sudah bahwa ketika mengerjakan pekerjaan dengan pikiran senang, kita akan lebih fokus dan tenang, ketimbang ketika pikiran kita galau dan sedih, pikiran akan mudah terganggu konsentrasinya. Begitu juga untuk anak-anak, mereka akan lebih fokus belajar sesuatu ketika mereka berbahagia.

image

9. Lingkungan Sekitar: Rumah, Tetangga, Teman dan Pergaulan

Penelitian menyatakan bahwa kemampuan intelektual dan karakter anak tidak jauh berbeda dari orangtuanya, namun bagi anak-anak yang diadopsi, kemampuan mereka tidaklah sama dengan orangtua asuh mereka. Tetapi bukan berarti bahwa anak angkat tidak akan bisa sukses, lingkungan di luar rumah: teman, kegiatan sekolah dan kegiatan di luar sekolah, juga dapat memberikan dampak yang besar bagi perkembangan mereka. Ketika anak yang malas bergaul dengan anak yang rajin belajar, lihat dulu lebih besar mana pengaruhnya terhadap satu sama lain, bisa jadi dua-duanya menjadi sama-sama rajin, bisa juga menjadi sama-sama malas.

image

10. Percaya bahwa Anakmu Pintar

Percaya bahwa anakmu lebih pintar dari yang lain sangat berpengaruh bagi perkembangan anakmu sendiri. Tidak percaya? Ada sebuah penelitian yang dilakukan di suatu kelas di mana isinya adalah anak-anak yang dipilih secara acak, namun seluruh guru diberitahukan bahwa ada beberapa anak yang terlihat lebih pandai dan lebih berkemampuan dari yang lain. Pada saat kenaikan kelas, 30% dari anak-anak yang dirumorkan tersebut memiliki nilai yang lebih bagus dari yang lain.

Orangtua khususnya dalam hal ini berperanan besar dalam perkembangan intelektual dan emosional anak karena anak lebih banyak berada di dalam rumah sehingga pemikiran dan tindakan orangtua sangat berpengaruh. Jika kamu berpikir bahwa anakmu pintar, maka otomatis kamu akan memperlakukan mereka sebagai anak yang pintar, memuji mereka, memberikan hadiah kepada mereka, mengajak mereka bermain dan menyenangkan mereka.

Pada akhirnya, seperti yang telah dijelaskan di atas, mereka akan menjadi lebih pintar, namun sekali lagi perlu diingat bahwa kepintaran anakmu berbeda sekali dengan teman-temannya, jadi tidak perlu membandingkan mereka dengan yang lain karena setiap manusia adalah unik satu sama lainnya dalam segala hal.

Be a Happy Mami!!

Sumber : http://goo.gl/P8XK6x

Iklan

3 thoughts on “10 Hal (Didukung dengan Penelitian) yang Membuat Anak Lebih Pintar

  1. […] Citimami tidak menganjurkan mami untuk membawa bayimu ke konser musik rock ya ^^ Bawa saja bayimu ke konser musik jazz atau teater musik klasik, kunjungi konser musik jalanan di kotamu atau bisa juga adakan acara karaoke di rumah keluarga atau temanmu. Musik klasik dan musik pop yang lembut dapat membantu perkembangan otak bayi menjadi lebih baik sehingga bayi menjadi lebih pintar. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s