10 Tindakan Cinta yang Tidak Boleh Diberikan kepada Anak

image

Orangtua pastilah sangat menyayangi anak-anaknya dan bersedia memberikan apa saja untuk mereka: cinta, perhatian, benda berharga dan waktu mereka. Namun terkadang, orangtua berbuat berlebihan, asal anak senang katanya. Hal-hal berikut tidak hanya buruk namun juga berdampak negatif untuk masa depan anak:

1. Membuat Anak Layaknya Seorang Raja atau Ratu

Penting rasanya membuat anak-anak merasa diri mereka spesial, tapi ketika mereka merasa seperti orang yang telah memegang kendali, memanjakan mereka akan berdampak negatif pada masa depannya. Orangtua yang harus memegang kendali atas anak secara normal dan positif seperti membuat batasan-batasan. Janganlah membuat anak merasa seperti raja atau ratu, mereka yang masih tidak bisa membedakan yang baik dan buruk akan melakukan segala hal sesuai keinginan mereka dan tidak dapat mengambil pelajaran dari perbuatan mereka.

image

2. Memberikan Uang Terlalu Banyak

Orangtua harus mengajarkan anak-anak mereka bahwa uang hanyalah alat bukan benda berharga. Uang bukanlah satu-satunya cara mendapatkan apa yang anak-anak inginkan. Membiarkan anak membeli apa saja berapa pun harganya sama saja mengajarkan mereka untuk tidak berterima kasih atas pemberian seseorang karena mereka bisa mendapatkan apapun dengan mudah dengan uang.

image

3. Melarang Anak-Anak untuk Bekerja

Bekerja adalah hal yang penting dalam kehidupan. Memang tidak semudah yang dibayangkan, anak akan merasa capek, bosan, patah semangat dan orangtua tidak ingin melihat anaknya susah dan stres karena bekerja. Namun apakah anak-anak tidak bisa menghargai esensi dari bekerja? Orangtua yang harus menunjukkan bahwa bekerja itu penting dan dapat berbuah manis di kemudian hari. Tanamkan pemikiran positif mengenai pekerjaan yang ideal pada anak-anak sedini mungkin.

image

4. Mendukung Mereka untuk Hanya Menerima dan Tidak Memberi

Hukum di alam semesta ini sederhana, kamu memberi dan kamu akan menerima. Tidak ada yang namanya barang gratisan atau anugerah dari Tuhan. Jangan halangi mereka untuk menyumbangkan uang atau memberikan tenaga mereka untuk mereka yang membutuhkan.

image

5. Membolehkan Mereka untuk Tidak Bersyukur

Orangtua mungkin berpikir bahwa anaknya boleh menerima pemberian dari siapa saja karena mereka memang pantas mendapatkannya. Mungkin orangtua berikir bahwa anak-anak mereka tidak berhutang budi pada siapa saja yang baik pada mereka. Lambat laun, anak-anak akan susah sekali bersyukur dan berterima kasih pada pemberian yang kecil dan sederhana, sesederhana perhatian orangtua mereka.

image

6. Tidak Membuat Batasan bagi Anak

Alaminya, anak memang ingin selalu dimanja dan diperhatikan, lihat saja orang dewasa yang sifatnya masih seperti anak kecil yang tidak akan bisa akur dengan orang lain. Tugas orangtua adalah dengan memberikan batasan agar anak selalu bisa menjaga kelakuan mereka dan tetap bisa diterima di dalam masyarakat. Jika tidak, anak akan sulit merasa bersyukur dan cenderung berlaku kasar kepada siapa saja.

image

7. Membiarkan Anak Bertindak Semaunya

Orangtua seharusnya bijak memilih apa saja yang patut diberikan kepada anak dan apa yang tidak. Ada perbedaan ketika seorang anak menginginkan gadget baru atau sebuah permen. Peran orangtua adalah memilih apakah anak patut mendapatkan gadget baru terlepas apakah anak mereka sudah melakukan tugas mereka atau belum. Pilih juga mana saja perbuatan yang baik dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.

image

8. Memberikan Hadiah kepada Anak untuk Alasan yang Salah

Ketika anakmu bosan dengan mainan lamanya dan terus merengek setiap hari agar kamu memberikan mainan baru, dan kamu membelikannya, maka kamu telah memberikan hadiah kepada anakmu untuk alasan yang salah. Ajarkan kepada anak-anak bahwa hadiah hanya didapat ketika kamu pantas mendapatkannya contohnya setelah membantu orang lain, mengerjakan PR, memberikan kasih sayang kepada saudaranya dan juga ketika mereka memang sudah pantas untuk dapat menjaga dan memperlakukan mainan lamanya dengan penuh penghargaan.

image

9. Melarang Mereka Bersosialisasi secara Positif

Anak-anak sedari kecil harus diajarkan untuk hormat kepada mereka yang lebih tua dan menghargai persahabatan, keluarga dan negaranya. Sosialisasi yang positif akan memberikan makna yang baik bagi anak seperti menjaga silaturahmi, menjaga hubungan baik dengan sesama dan berlaku sopan dan hormat kepada siapa saja.

image

10. Melepaskan Rasa Tanggung Jawab pada Diri Anak

Setiap anak harus bertanggung jawab atas tindakannya, sengaja atau tidak sengaja, baik maupun buruk. Setiap orang juga akan berbuat kesalahan, namun melepaskan tanggung jawab ini dari mereka akan membuat mereka mudah bertindak seenaknya dan tidak bisa mengambil pelajaran dari kesalahan mereka.

Memang tidak mudah menanamkan nilai, norma dan perilaku baik pada anak sejak dini. Mungkin karena kita sendiri sebagai orangtua masih melakukan hal-hal yang tidak disadari nilainya sehingga anak-anak yang secara alami adalah peniru ulung, akan mengikuti setiap perilaku dan perkataan kita, baik atau buruk.

Jadi cara terbaik adalah dengan menerapkan seluruh hal yang baik pada diri sendiri dahulu, otomatis tindakan kita dapat mencerminkan hal yang baik dan anak dengan sendirinya mengikuti.

Contoh sederhananya adalah ketika mengajak anak makan sayur. Apakah orangtuanya sendiri tidak suka makan sayur, tapi masih memaksakan anaknya makan sayur? Dan apakah ketika memberikan sayur kepada anak, orangtua masih memberikan makanan lain (junkfood, permen, soda) yang lebih enak agar anak merasa senang? Bagaimana mungkin anak ini akan menyukai sayur kalau setiap hari selalu ada pilihan lain yang lebih lezat? Mulailah menyukai sayur terlebih dahulu, baru anak-anak akan suka makan sayur.

Memberi dulu baru menerima, kalau maunya cuma menerima namanya egois. ^^ Berikan dulu pengalaman memakan sayur, baru bisa mengajarkan anak menyukai sayur. Mau anakmu sopan? Sopanlah dahulu! Mau anakmu bisa berhemat? Berhematlah dahulu. Kira-kira begitu logikanya! Selamat mencoba dan terus belajar ya, mami!!

Sumber : http://goo.gl/xC4PZL

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s