52 Pikiran Positif Pembentuk Karakter Anak

Sumber Gambar : http://innertalksg.com/product-category/children-parenting/

Citimami menemukan artikel menarik dari website Kelly Bear mengenai 52 pemikiran positif yang dapat membantu pembentukan karakter anak dengan baik. Artikel ini disusun oleh Leah Davies, M.Ed.

Berikut kutipan dari artikelnya:

Kutipan-kutipan berikut dapat digunakan dalam berbagai cara baik oleh para guru maupun para penyedia konseling. Satu kalimat dari ide-ide di bawah ini bisa diposting, dibacakan dan didiskusikan di setiap awal minggu. Selanjutnya bisa dibaca oleh para murid setiap hari. Di akhir minggu, tanyakan kepada mereka apa yang sudah mereka pelajari atau bagaimana pemikiran tersebut diaplikasikan dalam kehidupan atau aktivitas mereka sepanjang pekan. Minta anak-anak untuk memberikan penjelasan dan contoh secara tertulis atau lisan, bisa juga minta mereka menggambarkan sesuatu untuk mengilustrasikan ide-ide mereka.

Ayo dimulai, mami, siap-siap ya!! ^^

  1. Penampilanku tidak sepenting tindakanku.
  2. Saya memperlakukan orang lain sama baiknya saat saya ingin mereka memperlakukanku.
  3. Saya berlaku sportif; saya mengikuti aturan, menunggu giliran dan bermain adil.
  4. Menertawakan hal-hal yang lucu itu wajar, tapi menertawakan orang lain bukanlah hal yang baik.
  5. Saya tidak bergosip, jika saya tidak dapat mengatakan hal-hal yang membantu, saya tidak akan mengatakannya sama sekali.
  6. Ketika saya sedih, saya membantu diriku sendiri untuk merasa lebih baik dengan mengingat hal-hal baik yang ada dalam hidupku.
  7. Untuk mendapatkan teman, saya harus bertindak dan berperilaku dengan baik.
  8. Saya percaya bahwa saya adalah seorang yang dapat melakukan hal-hal penting.
  9. Apa yang saya katakan dan bagaimana saya mengatakannya memberitahukan orang lain betapa baiknya diriku.
  10. Saya menghargai keluarga, para guru dan sekolahku.
  11. Saya memperlakukan setiap orang dengan hormat.
  12. Ketika saya mendengar, saya menunjukkan kepada orang lain bahwa saya peduli dengan mereka.
  13. Saya akan menjadi warga yang baik ketika saya bersukarela membantu orang lain.
  14. Saya memikirkan diri sendiri dan membuat pilihan-pilihan cerdas yang baik untukku.
  15. Setiap hari memberikan sebuah awal yang baru untuk memberikan usaha terbaikku.
  16. Saya mencoba untuk mengerti apa yang sedang teman-temanku rasakan.
  17. Setiap orang membuat kesalahan, jadi daripada memarahi diri sendiri, saya mencoba untuk melakukannya lebih baik lagi.
  18. Saya tidak menyerah, saya tetap mencoba hingga saya mahir melakukan sesuatu.
  19. Berbagi dengan orang lain membuatku dan mereka merasa lebih baik.
  20. Saya menyelesaikan semua masalahku tanpa menyakiti diriku dan orang lain.
  21. Saya berlaku sopan saat sedang menunggu giliran dan mengatakan tolong dan terima kasih.
  22. Ketika saya tersenyum kepada orang lain, mereka biasanya akan tersenyum balik kepadaku.
  23. Saya memberikan semangat kepada teman-temanku untuk melakukan yang terbaik.
  24. Watakku membimbingku untuk melakukan tindakan yang benar.
  25. Saya selalu jujur; saya tidak berlaku curang ataupun mencuri.
  26. Ketika saya marah, saya menggunakan pengendalian diri dan tidak menyakiti orang lain.
  27. Saya menjadi kreatif ketika saya menari, menggambar, melukis atau menulis puisi atau cerita.
  28. Saya berkata “Tidak!” pada hal-hal yang dapat menyakiti tubuhku seperti tembakau (rokok) dan alkohol.
  29. Ketika saya melakukan apa yang saya bilang ingin lakukan, berarti saya bertanggungjawab.
  30. Saya bersyukur akan apa yang saya miliki, jadi yang membaginya dengan orang lain.
  31. Saya mencoba untuk belajar sesuatu yang baru setiap harinya.
  32. Ketika hal-hal terjadi tidak sesuai harapanku, saya berhenti sejenak dan memikirkan apa yang dapat saya lakukan untuk membuat hal-hal tersebut menjadi lebih baik.
  33. Saya tidak mengejek anak-anak lain karena saya tidak tahu seperti apa kehidupan mereka.
  34. Saya merasa sukses ketika saya melakukan yang terbaik.
  35. Setiap orang mempunyai perasaan-perasaan baik dan buruk.
  36. Saya merawawt diriku sendiri dengan makan makanan sehat, berolahraga dan beristirahat yang cukup.
  37. Saya menjadi seorang yang dapat diandalkan ketika saya tepat waktu dan tidak membuat orang lain menunggu.
  38. Ketika saya bekerjasama dengan orang lain, saya dapat melakukan lebih banyak hal.
  39. Saya mengikuti aturan-aturan dan berusaha untuk membuat sekolahku menjadi tempat yang lebih baik.
  40. Saya akan mengenal lebih jauh anak-anak yang berbeda denganku.
  41. Karena saya mengatakan kebenaran, teman-temanku akan mempercayaiku.
  42. Saya senantiasa mencari kebaikan dalam orang lain dan saya mengatakan apa saya sukai dari mereka.
  43. Saya hanya membeli apa yang saya butuhkan dan saya selalu menabung.
  44. Ketika saya menggunakan waktuku dengan bijaksana, biasanya akan ada cukup waktu bagiku untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan.
  45. Saya berpikir dahulu sebelum bertindak; bagaimana saya bertindak akan mempengaruhi cara orang lain memperlakukanku.
  46. Tingkah laku yang baik akan membantuku menjaga hubungan dengan teman-temanku.
  47. Saya mempunyai keberanian untuk membela anak-anak yang diejek.
  48. Sebelum saya melakukan sesuatu, saya bertanya pada diriku sendiri, “Apakah ini aman?”
  49. Inilah saya — saya tidak mencoba untuk menjadi seperti orang lain.
  50. Saya peduli dengan makhluk hidup di bumi sehingga saya mendaur ulang barang dan tidak membuang sampah dengan sembarangan.
  51. Ketika saya menuliskan apa yang saya pikirkan dan rasakan, sebenarnya saya belajar mengenai diri sendiri.
  52. Saya membuat rencana dan memikirkan apa yang akan saya lakukan ketika sudah dewasa.

Mami dapat menggunakan pemikiran-pemikiran ini untuk membuat anak merasa lebih baik, bertindak dan berpikir lebih baik. Buat mereka selalu mengingat pemikiran-pemikiran positif di atas dengan cara memberitahukan, berdiskusi atau membuatkannya menjadi hiasan dinding yang bisa dilihat kapanpun.

Menurut Citimami, dengan menanamkan pemikiran positif pada anak sejak dini, maka anak akan tumbuh menjadi individu yang baik dan lebih baik setiap harinya hingga dewasa dan dapat mempersiapkan pikiran dan watak mereka agar dapat berkontribusi secara baik di masyarakat.

Bagaimana pendapatmu, mami?? Ada yang ingin ditambahkan atau ada yang tidak sesuai dengan pemikiranmu sendiri, jangan khawatir, tinggalin komen aja dan mari berdiskusi bersama ^^

Be Happy Mami!

Sumber : http://www.kellybear.com/TeacherArticles/TeacherTip52.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s